Mataram, KabarNTB - Kafilah Provinsi Nusa Tenggara Barat menorehkan pencapaian terbaik dalam beberapa tahun terakhir di ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Dari peringkat ke-23 pada MTQ sebelumnya di Kalimantan Timur, NTB kini melompat ke posisi ke-9 nasional dengan total nilai 34, didukung sejumlah medali dan penghargaan, termasuk mahkota utama dari Khairunnisa, qariah asal Bima yang dinobatkan sebagai Juara 1 Qira'at Mujawwad Dewasa Putri.
Lompatan Drastis dari Peringkat 23 ke 9
Perjalanan kafilah NTB di Semarang menghasilkan rangkaian prestasi yang cukup merata di berbagai cabang. Ahmad Masyhun meraih Juara 2 Tafsir Bahasa Arab, sementara Maesarah menyumbang Juara 3 Tilawah Dewasa Putri. Di posisi harapan, Taqwa Hikmatullah mengamankan Harapan 1 Hafalan Al-Qur'an 10 Juz, M. Haikal Afad di Harapan 2 Hafalan 30 Juz, dan Ahmad Kodri di Harapan 3 Qira'at Mujawwad Al-Qur'an Dewasa Putra. Nihla Hudya Alnaisa, Holis Susabri, serta peserta cabang Fahmil Qur'an juga berhasil menembus babak final.
Gubernur Sambut Khairunnisa Langsung di Kantor
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima langsung Khairunnisa bersama pelatih dan jajaran LPTQ NTB di ruang kerjanya pada Senin (21/9/2026). Ia menyampaikan kegembiraan atas hasil yang dicapai kafilah dan menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar urusan perolehan juara semata.
"Alhamdulillah, harapan kita, walaupun baru satu, ada yang berhasil juara satu dari NTB. Ini kebahagiaan bagi kita semua," ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.
Menurutnya, kembalinya NTB ke deretan 10 besar nasional merupakan buah dari sistem pembinaan yang kini dirancang lebih terstruktur. Jika sebelumnya training center hanya berlangsung beberapa hari, kali ini kafilah menjalani TC di Mataram selama sekitar 40 hari sebelum melanjutkan persiapan di Semarang.
Bukan Sekadar Juara, tapi Syiar Al-Qur'an
Gubernur menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan MTQ bagi NTB jauh lebih luas dari sekadar angka di papan juara. Ia menyebut ajang ini sebagai bagian dari upaya menghidupkan syiar Al-Qur'an dan membangun karakter generasi muda NTB. Keberhasilan Khairunnisa, menurutnya, sekaligus membuktikan potensi perempuan NTB yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Khairunnisa sendiri mengakui bahwa pembinaan hampir dua bulan membuat kesiapannya jauh lebih matang dibanding keikutsertaan sebelumnya, dan ia berharap pola yang sama terus ditingkatkan ke depan.
Perang Melawan "Hijrahnya" Talenta ke Daerah Lain
Gubernur menyoroti tantangan yang kerap luput dari perhatian, yaitu potensi talenta NTB yang berpindah haluan membela daerah lain. Ia menyebut kasus qari asal Bima, Samsuri Firdaus, yang pernah dibina NTB namun kemudian berprestasi atas nama provinsi berbeda. Karena itu, Pemprov NTB bersama LPTQ akan memperkuat sistem talent scouting hingga ke tingkat desa dan kecamatan, serta memastikan pembinaan tidak berhenti seusai MTQ.
"Tidak boleh turun dari ranking 9 ini. Minimal 9. Syukur-syukur bisa masuk 5 besar dulu," pesan Gubernur, seraya memastikan bahwa Pemprov akan memberikan bonus dan apresiasi kepada kafilah berprestasi dengan besaran yang akan diumumkan kemudian.
Selanjutnya: Panggung Internasional di Kuala Lumpur
Prestasi Khairunnisa tidak berhenti di Semarang. Gubernur mengungkapkan bahwa qariah Bima itu akan mewakili Indonesia di MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober mendatang, dan akan kembali menjalani sesi pembinaan bersama LPTQ NTB sebelum berangkat.
Kepala Biro Kesra NTB, H. Amir, menambahkan bahwa selama MTQ Nasional di Semarang pihaknya memberikan perhatian khusus pada kondisi mental kafilah, termasuk pendampingan dari RS Mutiara Sukma yang dinilai perlu terus dikembangkan pada ajang berikutnya.
Khairunnisa menutup pertemuan dengan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Pemerintah Provinsi NTB, dan seluruh masyarakat yang memberikan dukungan, serta mengapresiasi perhatian khusus yang diberikan kepada para pelatih.
(*)

