![]() |
| Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Universitas Mataram Prof. Sukardi menandatangani Nota Kesepahaman di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis (9/7/2026). |
Mataram, KabarNTB - Menara gading kampus kini turun langsung ke desa-desa NTB. Pemerintah Provinsi NTB resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Mataram (Unram) lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal bersama Rektor Unram Prof. Sukardi, di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis (9/7/2026). Kerja sama ini memadukan program Desa Berdaya milik Pemprov NTB dengan program unggulan Profesor Berdampak Unram tahun 2026, dan dihadiri puluhan guru besar serta profesor dari lingkungan kampus tersebut.
Bukan Sekadar Formalitas, Gubernur Andalkan Ilmu Para Profesor
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa penandatanganan ini merupakan simbol komitmen nyata pemerintah membangun hubungan erat dengan para guru besar dalam menyukseskan program pembangunan yang berorientasi kesejahteraan masyarakat.
"Dengan ilmu para guru besar dan profesor, Kami berharap dapat membantu mensukseskan program-program pembangunan pemerintah terutama program Desa Berdaya yang sedang kami gencarkan saat ini," ujar Miq Iqbal.
Kemiskinan Ekstrem Bukan Sekadar Angka di Kertas
Miq Iqbal menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem di berbagai desa NTB yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Program Desa Berdaya, katanya, difokuskan pada pengembangan desa mandiri lewat optimalisasi potensi dan ikon tematik lokal sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi desa.
"Satu tahun terakhir, saya melihat kemiskinan tidak lagi hanya sekadar angka di atas kertas. Saat kita turun ke desa dan bertemu langsung dengan warga, kita menyadari bahwa mereka butuh lebih dari sekadar jaring pengaman sosial seperti asuransi kesehatan atau bantuan PKH untuk sekadar meneruskan hidup," ujar Gubernur Iqbal.
Gubernur menaruh harapan besar agar para profesor mampu menghadirkan inovasi baru, mengingat masyarakat desa tak hanya butuh bantuan material, melainkan pendampingan dan inspirasi untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal mereka.
"Selain pendamping desa berdaya yang sudah direkrut, Kita butuh inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan perkembangan bisnis di tingkat desa," tambahnya.
Riset Tak Lagi Berhenti di Jurnal, tapi Turun ke Desa
Rektor Unram, Prof. Sukardi, menegaskan kesiapan penuh civitas akademika mendukung pembangunan daerah lewat Program Profesor Berdampak, inisiatif akademik yang mewajibkan riset dan keilmuan para guru besar tak berhenti pada publikasi semata, melainkan memberi solusi nyata bagi masyarakat, industri, dan pemerintah daerah.
"Hari ini kami menunjukkan komitmen. Saya percaya dengan para profesor senior kita. Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dengan target utama menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," jelas Prof. Sukardi.
22 Profesor Siap Terjun, Dosen dan Mahasiswa KKN Menyusul Tahun Depan
Sebanyak 22 profesor telah disiapkan Unram untuk diterjunkan langsung mendukung program Desa Berdaya. Rektor menilai kedua program ini sangat sejalan dalam memperkuat ekonomi lokal masyarakat desa lewat keilmuan, riset, dan pengalaman para guru besar.
"Harapan kami tentu pendampingan ini semakin intensif. Selain para profesor, tahun depan kami akan melibatkan para dosen serta mahasiswa KKN untuk memperkuat ekosistem Desa Berdaya ini," ujar Prof. Sukardi.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator akselerasi kesejahteraan masyarakat NTB, di mana ilmu pengetahuan dari kampus benar-benar menyentuh dan memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi warga di lapangan.
(*)

