Bima, KabarNTB - Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Bima diwarnai kericuhan sebelum akhirnya berjalan hingga tuntas. Meski sempat memanas, forum yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Bima, Sabtu (4/4/2026), tetap berhasil menetapkan Wakil Bupati Bima, dr. Irfan Zubaidy, sebagai Ketua KONI Kabupaten Bima periode 2026-2030 melalui mekanisme aklamasi.
Protes Terbuka di Hadapan Bupati
Kericuhan pecah tepat saat acara pembukaan berlangsung. Dalam sebuah rekaman video yang viral di media sosial, seorang peserta bernama Sudirman alias Topan tampil lantang memprotes jalannya Musorkab yang ia nilai bermasalah — dan itu dilakukan di hadapan langsung Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Irfan Zubaidy.
"Biar masyarakat tahu, bahwa ini ada masalah."
Situasi sempat memanas, namun panitia pelaksana berhasil meredam kericuhan dalam waktu singkat sehingga Musorkab dapat dilanjutkan.
Panitia: Hanya Miskomunikasi
Ketua Panitia Musorkab, Wahyudin, membenarkan adanya gangguan saat pembukaan, namun meluruskan bahwa hal itu tidak lebih dari kesalahpahaman antarwarga forum — bukan persoalan mendasar yang mengancam legitimasi Musorkab.
"Hanya miskomunikasi. Musorkab tetap dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib hingga pemilihan Ketua."
Setelah situasi kondusif, forum bergerak ke tahap inti: pemilihan ketua. Dari dua bakal calon yang mendaftarkan diri, hanya Irfan Zubaidy yang dinyatakan memenuhi seluruh syarat dan kriteria pencalonan. Satu kandidat lainnya gugur dalam proses verifikasi, sehingga Wabup Bima itu pun ditetapkan secara aklamasi.
"Wabup Bima Irfan terpilih secara aklamasi. Karena yang memenuhi syarat pencalonan dari dua bakal calon yang mendaftar."
Dengan terpilihnya dr. Irfan Zubaidy, roda organisasi olahraga tertinggi di Kabupaten Bima kini berada di tangan sang Wakil Bupati untuk lima tahun ke depan. Tantangan ke depan adalah membuktikan bahwa kepemimpinan baru ini mampu mendorong prestasi olahraga daerah, di tengah bayang-bayang proses pemilihan yang tidak sepenuhnya mulus.
(*)

